Kesedihan Baru

Entah berapa lama saya sudah tidak menulis di blog ini. Sejak awal menulis ketika masih lajang dan berpikiran radikal hingga mulai masuk tahap menyadari hal-hal penting.

Blog ini terbengkalai hingga akhirnya saat ini saya sudah menikah dan dikaruniai seorang anak perempuan cantik, baik dan penyayang. Namanya Kiarakuma Fathira, saat ini umurnya 8 bulan.

Screen Shot 2015-11-28 at 10.50.52 PM.png

Sekarang Ia sedang sakit. Badannya panas, batuk serta flu. Panasnya 37,8 derajat Celcius. Hari ini sudah memasuki hari ketiga. Kiara adalah anak yang anteng dan sangat ceria. Ia sangat suka musik dan bertepuk tangan. Beberapa hari ini Ia sedang memasuki fase gemar melambaikan tangan. Namun apa mau dikata, sekarang Kiara sedang lemas dan sering menangis. Tidak biasanya. Saya dan istri yakin bahwa Ia sekarang pasti sedang merasa tidak enak sekali. Entah pusing, mual atau sakit di seluruh tubuh. Kami merasa sangat sedih.

Kesedihan ini adalah kesedihan baru untuk saya dan istri. Kesedihan yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Melihat Kiara menangis hingga habis suaranya dan tatapan matanya yang menahan sakit adalah siksa batin yang sangat keji untuk saya dan istri. Kami yakin setiap orang tua dimanapun pasti setuju akan hal ini.

Sekarang Ia sedang tertidur. Mungkin karena lelah atau pengaruh obat. Yang jelas saya bisa sedikit bernafas lega melihatnya tidur dan terlepas sejenak dari rasa gelisah. Biasanya Ia akan bangun lagi tengah malam dan subuh. Saat-saat yang paling tidak saya suka. Karena saat itulah biasanya Ia menangis dan terkadang batuk hingga muntah. Sungguh pemandangan yang sangat berat untuk orang tua baru seperti kami.

Namun hebatnya, Kiara walau sedang sakit tetap bersedia untuk melempar senyum. Mungkin Ia tidak ingin membuat orang tuanya terlalu khawatir. Terimakasih ya nak, kami sangat menghargai usahamu. Dan maafkan kami telah lalai mengurusmu hingga kamu jatuh sakit.

Ah, memiliki momongan memang penuh dengan naik turun. Mungkin ini demi keseimbangan. Karena sejak lahir baru kali ini Kiara sakit. Yah, mungkin agar kami tidak merasa aman dan senang terus. Namanya mengurus anak harus ada manis dan pahitnya supaya tidak lupa diri. Terimakasih Tuhan sudah memberi kami pengingat.

Terimakasih juga untuk anda yang sudah membaca blog ini. Mungkin untuk para pembaca lama agak merasa heran dengan fase tulisan dan hidup saya. Penuh dengan hal-hal random. Namun saya sangat menghargai perhatianmu. Semoga kita semua selalu hidup dalam keseimbangan. Selamat malam.

Bekasi, 28 Nov 2011, 22:50

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Kesedihan Baru

  1. rizaroidila

    Semoga putrinya segera pulih dan bisa bermain dan tersenyum ceria kembali Mas Iga. Your post is on my first post list of my following blog. What a nice post, reminds me of my parents.

    Reply
  2. rezzando

    Dear Lovely Kiara,

    Cepat sembuh ya, Kiara sayang. Supaya papa dan mama tidak khawatir lagi. Sabar ya, ga.

    Salam
    Tetangga Masa Kecil..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s