Monthly Archives: November 2015

Musisi Harus Bangun Pagi

Tak usah pakai prolog karena saat menulis ini saya sedang duduk di dalam bilik toilet salah satu stasiun TV swasta. Jadi lebih cepat lebih baik. Eh ini prolog ya?

Kita mulai sekarang. Saya berangkat jam 1 pagi dari rumah saya di Bekasi untuk menuju studio Barasuara di Fatmawati. Pagi ini Barasuara akan melakukan live show di Indonesia Morning Show yang akan dimulai jam 6 pagi.

Pada prakteknya kami akan bermain pukul 07:30 namun persiapannya memang dimulai sejak dini hari. Kami mulai soundcheck jam 4. Kru kami sudah mulai bersiap sejak pukul 02:30. Sebuah gambaran jam kerja yang mungkin tidak manusiawi untuk sebagian orang.

image

Tak perlu saya bercerita tentang lelah dan rasa kantuk. Karena saya tidak boleh menempatkan ini sebagai keluhan atau alasan untuk performa yang cacat. Semuanya adalah bagian dari pekerjaan sebagai musisi.

Hari-hari kami sebagai musisi diwarnai oleh kehidupan dari panggung ke panggung yang sangat seru dan menyenangkan. Banyak sekali berkah yang luar biasa yang kami dapat. Namun semua hal gemerlap bukan terjadi dalam sekejap.

Ada perjalanan darat dan udara yang melelahkan, tempat singgah yang kurang berkenan, tata suara panggung yang tidak baik, panitia yang kurang kompeten, instrumen yang seketika rusak dan masih banyak lagi.

Di atas semua itu, kami harus tampil maksimal seakan hal buruk tidak pernah terjadi. Itu adalah tuntutan dan harus kami tuntaskan.

Apa yang saya dapat hari ini adalah buah perjalanan selama hampir separuh hidup saya. 15 tahun menekuni musik. Jadi memang bukan hal yang mudah untuk hidup menjadi musisi namun bukan hal yang mustahil. Semua bisa sukses jika kita cintai subjeknya.

Intinya memang tidak boleh manja dan harus tahan banting.

Sekarang saya harus segera bersiap, terimakasih sudah membaca.

Kesedihan Baru

Entah berapa lama saya sudah tidak menulis di blog ini. Sejak awal menulis ketika masih lajang dan berpikiran radikal hingga mulai masuk tahap menyadari hal-hal penting.

Blog ini terbengkalai hingga akhirnya saat ini saya sudah menikah dan dikaruniai seorang anak perempuan cantik, baik dan penyayang. Namanya Kiarakuma Fathira, saat ini umurnya 8 bulan.

Screen Shot 2015-11-28 at 10.50.52 PM.png

Sekarang Ia sedang sakit. Badannya panas, batuk serta flu. Panasnya 37,8 derajat Celcius. Hari ini sudah memasuki hari ketiga. Kiara adalah anak yang anteng dan sangat ceria. Ia sangat suka musik dan bertepuk tangan. Beberapa hari ini Ia sedang memasuki fase gemar melambaikan tangan. Namun apa mau dikata, sekarang Kiara sedang lemas dan sering menangis. Tidak biasanya. Saya dan istri yakin bahwa Ia sekarang pasti sedang merasa tidak enak sekali. Entah pusing, mual atau sakit di seluruh tubuh. Kami merasa sangat sedih.

Kesedihan ini adalah kesedihan baru untuk saya dan istri. Kesedihan yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Melihat Kiara menangis hingga habis suaranya dan tatapan matanya yang menahan sakit adalah siksa batin yang sangat keji untuk saya dan istri. Kami yakin setiap orang tua dimanapun pasti setuju akan hal ini.

Sekarang Ia sedang tertidur. Mungkin karena lelah atau pengaruh obat. Yang jelas saya bisa sedikit bernafas lega melihatnya tidur dan terlepas sejenak dari rasa gelisah. Biasanya Ia akan bangun lagi tengah malam dan subuh. Saat-saat yang paling tidak saya suka. Karena saat itulah biasanya Ia menangis dan terkadang batuk hingga muntah. Sungguh pemandangan yang sangat berat untuk orang tua baru seperti kami.

Namun hebatnya, Kiara walau sedang sakit tetap bersedia untuk melempar senyum. Mungkin Ia tidak ingin membuat orang tuanya terlalu khawatir. Terimakasih ya nak, kami sangat menghargai usahamu. Dan maafkan kami telah lalai mengurusmu hingga kamu jatuh sakit.

Ah, memiliki momongan memang penuh dengan naik turun. Mungkin ini demi keseimbangan. Karena sejak lahir baru kali ini Kiara sakit. Yah, mungkin agar kami tidak merasa aman dan senang terus. Namanya mengurus anak harus ada manis dan pahitnya supaya tidak lupa diri. Terimakasih Tuhan sudah memberi kami pengingat.

Terimakasih juga untuk anda yang sudah membaca blog ini. Mungkin untuk para pembaca lama agak merasa heran dengan fase tulisan dan hidup saya. Penuh dengan hal-hal random. Namun saya sangat menghargai perhatianmu. Semoga kita semua selalu hidup dalam keseimbangan. Selamat malam.

Bekasi, 28 Nov 2011, 22:50