Monthly Archives: October 2012

Bagaimana Menjadi Band Yang Keren

Ini adalah tweet tweet saya tentang betapa pentingnya seksi ritem dalam sebuah band. Saya post disini karena respon yang begitu ramai mengenai hal ini. Supaya bisa bermanfaat untuk orang lain dan lebih mudah diakses, silahkan..

***

Kunci untuk menjadi band yang keren adalah memiliki drummer yang bagus

Kenapa drummer harus bagus? Karena klo seksi ritem band lemah,energi lagu akan terasa ngambang dan loyo.

Selain drummer,yg utama adalah vokalis.Mereka harus ekspresif.Banyak penyanyi merdu tapi emosinya datar.Pesan dari lagu jadi tidak sampai.

Saya termasuk orang yg mendewakan seksi ritem drpd memamerkan barisan melodi.Karena ritem yg kuat mampu menggerakan penonton secara fisik.

Contoh band yg memiliki ritem dengan hulu ledak mematikan adalah Rage Againts The Machine. Anda butuh bukti? Silahkanhttp://www.youtube.com/watch?v=_FcWlD7BYIk …

Lalu peran gitaris,kibordis,bassist? mereka harus mampu mendukung dan mengimbangi ketukan drummer. Drummer adalah pusat komando lagu.

Drummer Indonesia yg memiliki insting ritem yg baik antara lain berdasarkan pengalaman saya : @caesar_sv @msteffiano Rayendra Sunito.

Pengertian ritem yg kuat bukan berarti temponya harus selalu cepat.Tempo lambat lebih sulit karena mood harus benar2 terjaga agar tidak loyo

 

Sekian.

🙂

 

Advertisements

Tiru, Kembangkan, Ciptakan.

Banyak hal yang saya dapat ketika KGG (Kelas Gitar Gratis) menghadirkan Dewa Budjana sebagai pengajar tamu. Dari obrolan, sharing, hingga pelajaran pelajaran seputar teknik gitar secara singkat dan padat saya dapatkan. Semua ini campur aduk dengan perasaan grogi dan nervous saya sebagai salah satu penggemar dan pengagum Dewa Budjana. Tidak banyak gitaris Indonesia yang begitu memukau saya dengan pendekatan seni yang intens seperti Budjana. Gitaris jago banyak sekali, namun Budjana mampu memisahkan diri dari barisan panjang tersebut untuk maju sebagai diri sendiri. Kuncinya adalah jangan menjalani apa yang sudah dilalui oleh banyak orang. Dan ini adalah awal mula pembelajaran saya.

KENALI DIRI.

Dari ribuan orang, kita pasti adalah tiap orang yang berbeda. Lalu mengapa tidak menjadi diri sendiri dan berbangga untuk itu? Tentu tidak semudah yang dituliskan di berbagai buku buku motivasi itu kan? Tapi bukan berarti tidak bisa dicoba. Untuk menggali potensi diri sendiri dibutuhkan proses pembelajaran. Karena dengan belajar kita jadi kaya akan referensi. Dan referensi referensi inilah yang akan kita jadikan perkakas untuk memahat bentuk yang kita inginkan. Tidak mungkin kita membuat nasi goreng tanpa tau bagaimana cara memotong dan menumis bumbu. Semua ada urutannya. Dari memotong, menakar, menumis, memasukkan nasi, lalu mencampur semua dan memasak hingga matang. Perlu disadari bahwa proses belajar adalah proses meniru. Tirulah hingga kita mengingat itu dengan baik, lantas ketika kita sudah lihai dan menguasai untuk meniru, sebaiknya kita mulai untuk berkreasi. Dan ini adalah proses belajar yang berikutnya.

KREASI

Proses ini bisa dibilang adalah sebuah momentum yang menegaskan individu seperti apakah kita? Kualitas apa yang kita punya? Sebagai peniru atau sebagai pengembang? Semua orang bisa jadi peniru yang baik, namun untuk membawa hasil tiruan itu menjadi bentuk lain yang memiliki identitas sendiri adalah hal yang membutuhkan kreatifitas. Ya, kreatifitas. Seperti semua orang tentu bisa memasak Indomie dengan cara yang tertulis pada kemasan. Direbus, lalu dicampur dengan bumbu, makan. Namun para orang kreatif tidak berpikir sampai disitu. Mereka menambahkan telur, cabai, keju, kornet, dan berbagai bahan lain untuk mendapatkan rasa yang mereka inginkan. Ini naik satu tingkat dari tahapan meniru menuju mengembangkan. Inilah yang menjadi proses kita untuk menjadi berbeda dengan orang lain. Dan proses selanjutnya adalah..

KARAKTER

Ketika Dewa Budjana menjelaskan soal skill gitar untuk musik Blues, Ia secara jujur mengatakan bahwa Ia jarang sekali bahkan hampir tidak pernah memainkan tangga nada Blues ketika Ia bermain. Pemikirannya sederhana, “Kenapa main gitar harus pentatonik? Harus Blues?” Dengan pola pikir seperti itu lantas Ia mencari tangga nada yang tidak lazim untuk dimainkan.Ia mencampur berbagai unsur yang Ia pelajari untuk kemudian Ia mainkan dengan caranya sendiri. Dan sejak dulu Budjana tidak suka untuk memainkan lagu orang, Ia memilih untuk membuat lagu sendiri. Karena dengan itu Budjana bisa menjadi tuan rumah di musiknya sendiri. Setelah proses belajar meniru, mengembangkan, kini Ia membuat karya sendiri. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa dengan membuat lagu sendiri, yang keluar adalah karakter asli dari sang musisi. Seperti apa yang ada di kepalanya maka tertuanglah dalam nada.

Salah satu hal terbaik ketika kita menciptakan lagu sendiri adalah kita tidak memiliki batasan apapun. Kita bisa membuat lagu yang kita mau dengan aransemen sesuai keinginan kita. Cepat, lambat, panjang, pendek, keras, pelan, semua terserah. Kita adalah bos nya. Yang jelas selama lagu itu bisa dinikmati orang lain berarti kita ada di lajur yang benar.

Mari kita mulai menggali karakter, mengembangkan dan kenali passion dalam diri. Karena menjalani hidup dengan terkurung norma norma umum yang diciptakan orang lain adalah sia sia. Kita semua berbeda.

Semoga pemikiran akhir pekan saya ini bermanfaat.

🙂

Sendiri

Sering kan kita ada dalam kondisi menunggu pekerjaan atau ingin mengerjakan sesuatu namun kepentok sama skill?

Pasti pernah.

Misalnya :

“Gw pengen bikin kamar gw jadi lebih bagus, tapi gw nggak paham soal interior. Yaudah minta tolong si A deh untuk bantuin gw nge-design kamar”

“Gw pengen bikin video buat band gw, tapi gw nggak ngerti soal kamera dan editing video, si B jago nih soal beginian. Coba gw minta tolong dia kali ya”

Nah tentu kita pernah bertemu dengan kondisi kondisi seperti di atas walau dalam keperluan yang berbeda. Sungguh menyenangkan memiliki teman teman yang berbakat dan juga baik hati. Alangkah indahnya jika mereka senantiasa membantu kita menuntaskan apa yang kita perlukan.

Menyenangkan bukan?

Sekarang kita ambil kondisi yang serupa, namun kali ini dengan respon yang berbeda. Bagaimana jika teman teman anda yang berbakat itu kini sibuk dan tak memiliki waktu untuk membantu anda mengerjakan pekerjaan itu? Bahkan anda juga sudah jarang bertemu untuk waktu yang lama. Masa tiba tiba minta tolong? Nggak apa apa sih tapi kayanya kurang asik aja. Lalu buah dari keadaan ini adalah sekarang pekerjaan kita jadi tersendat, mandek, atau bahkan terpaksa digagalkan. Menyedihkan. Padahal semua rencana sudah tersusun rapih dan baik. Lantas apa pesan moral yang ada dari kejadian ini?

Jangan mengandalkan orang lain.

Mungkin terdengar klise, tapi ini sangat benar. Kerjakan sendiri. Tidak ada hal yang tidak bisa kita pelajari di dunia ini, semua bergantung pada niat kita untuk mau atau tidak. Jika memang cita cita kita begitu kuat dan tinggi saya rasa anda juga tidak akan segan untuk melakukan apapun untuk meraih hal tersebut (di jalan yang halal tentunya). Kecuali memang anda setengah setengah dan memiliki mental mudah menyerah, ya itu sah sah saja. Tak heran sekarang anda merasa mandek dan dirundung kecewa. Sudahlah, seka air mata dan kubur rasa sedih itu dalam dalam. Mempelajari banyak hal akan membuat kita kaya secara intelektual. Jelas bukan perkara mudah, apalagi jika hal yang ingin kita pelajari berseberangan dengan disiplin ilmu kita selama ini. Pasti ada rasa takut, tidak percaya diri, malas, dan lain lain. Hal terbaik yang bisa kita lakukan ketika semua keraguan ini muncul adalah, tanyakan pada diri anda sendiri,

“Apakah saya benar benar menginginkan ini?”

Jika jawaban hati kecil anda bilang iya, maka tak ada alasan untuk menahan diri melakukan hal hal positif yang bisa mempercepat laju anda menuju hal yang anda impikan. Buang jauh pikiran buruk dan mulailah belajar.

Saya pribadi tentu juga tidak se-sempurna apa yang saya tuliskan, saya menulis ini sebagai pecut untuk diri sendiri. Mungkin sebagian orang sudah tau bahwa saya adalah seorang gitaris/musisi di berbagai band, dan kini saya sedang mempelajari seni video dan fotografi untuk memudahkan saya mendokumentasikan hasil karya saya. Tentu masih dalam tahap pemula namun saya yakin bahwa saya bisa meningkatkan kualitas diri saya sendiri. Kita sama sama makan nasi dan minum air putih, kalo mereka bisa kenapa kita nggak bisa? Ini bukan soal terlalu percaya diri atau narsis, namun ini adalah sebuah statement pribadi bahwa kita sebagai manusia bisa belajar, bisa jadi lebih tau, dan bisa jadi lebih baik. Dan ketika kita belajar, perlu disadari bahwa tidak semua hal adalah kompetisi. Camkan pada diri kita sendiri bahwa tidak dalam semua hal kita dapat jadi yang terbaik. Sadari kemampuan diri. Aturlah ambisi agar kita tidak melaju seperti dikejar iblis. Berjalan dengan tenang, lihat sekitar, bertanya jika tidak paham, dan jangan keras kepala. Belajar dengan pola pikir seperti ini akan membuat proses pembelajaran menjadi lebih rileks dan menyenangkan.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk siapapun yang membaca. Terimakasih udah mampir.

Selamat belajar!

-Iga-