SKILL atau IMAJINASI?

Menurut saya IMAJINASI dan SKILL adalah dua hal inti dalam bermusik, skill adalah pendukung dan imajinasi adalah tentang siapa kita dan apa yang mau kita buat, nah imajinasi yang hebat tentu membutuhkan keahlian yang hebat juga untuk mewujudkannya dalam bentuk yang sempurna. Untuk itu dibutuhkan yang namanya SKILL. Percuma jika kita punya ide hebat namun nggak bisa merealisasikannya, atau sudah direalisasikan tapi hasilnya jauh dari ekspektasi. Ini disebabkan salah satunya adalah skill yang tidak mumpuni untuk mendukung ide tersebut.

Jimi Hendrix pada masanya adalah orang yang penuh dengan terobosan terobosan dalam hal musik baik dari segi rekaman maupun live performance. Itu semata mata bukan karena skill belaka, banyak gitaris yang mempunyai skill setara bahkan lebih baik dari dia saat itu. Seperti Clapton, Townshend, dan Beck,dll. Tapi yang membedakan Jimi dengan mereka adalah karena idenya. Ide dan imajinasi dia dalam menciptakan musik dimana hanya dia yang bisa membuat musik seperti itu pada saat itu. Ya, imajinasi berkaitan erat dengan karakter dan orisinalitas karya musisi tersebut.

Hari ini begitu banyak gitaris blues yang luar biasa hebat secara skill, namun bisa ambil contoh pemain seperti Derek Trucks. Diantara ribuan bahkan jutaan gitaris blues Ia bisa dikenali dengan mudah lewat permainan slidenya yang luar biasa indah. Menurut saya itu adalah imajinasi dia akan nada yang kemudian diterapkannya dengan dasar kemampuan yang terasah. Banyak sekali tentunya pemain slide yang secara skill bisa lebih cepat,lebih keren,lebih teknikal daripada Derek. Tapi ketika urusannya adalah nada atau not yang dimainkan, itu kembali kepada diri masing masing. Dan Derek, adalah salah satu yang terbaik dalam hal ini. Eric Clapton loves Derek, and we don’t argue with Eric Clapton.

Dan mari kita ambil contoh lain yang lebih mendasar. Tentunya sering kita melihat aksi aksi panggung para gitaris yang ada disekitar kita. Nah, dari situ bisa kita liat sendiri kan mana yang bermain enak dan mana yang bermain asal kebut-tabrak-lari. Disitu terlihat dan terdengar jelas bahwa skill memang tidak bisa selau dijadikan panutan, tentu kita akan terkesima jika ngeliat gitaris yang bisa main super ngebut,tapi itu akan bertahan berapa lama? Berapa detik sebelum kita memutuskan untuk berpikir ‘Ni orang main apaan sih,nadanya nggak jelas.Cabut ah’
Atau ada juga gitaris yang memilih nada enak tapi mainnya berantakan, yang harusnya nada kepencet eh malah keserimpet atau ‘jambuklutuk’
Lalu ada gitaris yang bermain dengan tempo wajar dengan permainan yang menghasilkan harmoni nada yang indah, yang bisa menyatu dengan musik secara keseluruhan, tentunya kita tidak akan pernah bosan untuk mendengar hal ini. Karena musisi mencintai harmoni dalam nada. Dan ini kawan kawan, adalah imajinasi sang gitaris akan harmonisasi.

Dari sini kita sudah bisa memutuskan mana yang lebih penting, imajinasi atau skill. Menurut saya tidak ada yang lebih penting. Karena keduanya sangat berkaitan dan saling membutuhkan. Imajinasi bisa dikaitkan erat dengan visi bermusik, dan skill yang baik selalu dibutuhkan untuk menunjang ide tersebut.

Kira kira begitu.. πŸ™‚

Advertisements

3 thoughts on “SKILL atau IMAJINASI?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s