adakah yang salah?

Terkadang terlalu mudah untuk mencari yang tidak benar, dibanding untuk melihat apa yang sesungguhnya baik.

Terasa terlalu nikmat untuk membahas apa yang kurang dibanding apa yang bisa dilakukan.

Adakah yang salah, lebih sering terlintas dibanding sebaliknya.

Sesekali tanyakanlah kenapa. Bukan kepada orang lain, tapi kepada Ia yang ada dipantulan kaca.

Sikap yang tidak sesuai tidaklah selamanya membuat itu salah. Tidak sesuai adalah persepsi subjektif, yang mungkin persepsi tersebut juga tidak lebih benar dari apa yang dianggap salah.

Lalu siapa yang benar?

Pertemuan semua hal yang berbeda akan menghasilkan kejutan kejutan dalam keseharian, apakah baik dan buruk itu tidak ada yang tau. Ini akan terjadi sepanjang hidup sampai mati. Maka silahkan jika ingin mempermasalahkan apa yang tidak sesuai. Silahkan membuang waktu yang tidak akan kembali untuk mengharapkan satu hal yang sia sia.

Setiap yang bernafas punya tujuannya masing masing, yang mungkin berbeda satu sama lain. Bahwa mahkluk hidup memiliki tolak ukur kebahagiaan yang berbeda beda. Maka penghinaan terhadap pencapaian atau merasa lebih tinggi adalah tidak berguna. Sombong saja tidak berguna, apalagi merasa iri..

Keyakinan akan apa yang dijalani adalah mutlak, tidak selamanya menenangkan memang. Merasa takut adalah wajar, merasa bimbang juga tidak mengapa. Asalkan bisa kembali berpijak setelahnya.

Berbagilah untuk setiap kebahagiaan yang dialami, dan ketika mereka yang melakukan itu mari diterima dengan akal yang positif. Bersama untuk merayakan apa yang mereka alami, mungkin bisa jadi pecut diri, atau sekedar inspirasi.

Menjadikan mudah merasa senang tentu lebih membahagiakan. Membiasakan menerima dengan baik akan melegakan.

Sadarkan diri bahwa menit menit hidup tidak bisa terulang, yang ada hanya waktu yang menghadang.

Maka lakukanlah yang terbaik tanpa jadi  merasa yang paling benar.

Advertisements

11 thoughts on “adakah yang salah?

  1. Milta Muthia

    suka sekali dengan tulisan Mas Iga yang ini..kemarin-kemarin memikirkan hal yang mirip seperti ini, hanya saja susah menuliskannya menjadi seperti ini..

    Semoga selalu berbahagia..

    you are inspiring, just the way you are.. 🙂

    Reply
  2. lambang

    mas iga tulisannya dalam. tapi memang karena IQ saya kurang bagus, jadinya masih sulit memahami apa yang benar dan apa yang salah dalam tulisan ini, hehe.

    Reply
      1. lambang

        sory sory. . kebiasaan merendah, eh malah over rasa merendahnya. Jujur yang ngawur.
        (Seperti orang yang tidak mensyukuri atas apa yang di berikan Tuhan).

  3. sophomore

    lalu kenapa harus ada istilah benar dan salah kalau segala sesuatu bisa dipandang dari berbagai perspektif?

    orang mencuri buat nafkahin keluarga,kalo gitu buat apa ada hukum yang membatasi itu semua?

    sekedar nambahin.. mungkin benar salahnya sesuatu juga harus disesuaikan dengan tolak ukur benar salahnya orang lain juga.

    good post btw! kayaknya bapak iga benar benar sudah menua…

    Reply
  4. acinos

    “Menjadikan mudah merasa senang tentu lebih membahagiakan.” <– kalimat yang ini.
    Kalau mudah merasa senang disini apa sama halnya dengan cepat puas akan apa yang udah kita capai?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s