WOLFMOTHER

Malam itu mereka main di Java Rocking Land, saya menonton di barikade paling depan sambil berteriak teriak layaknya orang kerasukan entah apa. Di depan saya berjejer para fotografer yang mungkin senang sekali mendapatkan objek foto yang sangat mewakili sebutan ‘Die Hard Fans’ atau -fans norak kampungan nggak sabaran-.

Mereka bermain dengan set yang sungguh memukau, walau awalnya saya agak ragu sama personel barunya. Karena saya nonton di Youtube, formasi baru ini tidak sehebat formasi awal. Namun ternyata saya salah, mereka sangat luar biasa. Sayang saya tidak bisa menangis malam itu..

Oiya, sebelumnya beberapa saat sebelum mereka naik ke atas panggung saya dan Priscilla Jamail berniat masuk ke backstage bermodal ID Card Artis. Saya berhasil masuk dengan leluasa. Dan kamu tahu apa? Beberapa detik kemudian saya berada di depan tenda Wolfmother.

Namun saya yang sudah berdiri sekitar 5 meter dari Andrew Stockdale dkk ini hanya bisa nyengir sendiri tanpa berkata apa apa. Saya bisa lihat mereka sedang tertawa dan ngobrol ngobrol. Momen ini hanya bertahan sekitar 45 detik karena kemudian kami berdua disuruh keluar sama security dan panitia. Mencoba merayu tapi nggak bisa.Ah bodo amat, yang penting saya udah bisa liat Wolfmother.

Setelah mereka selesai manggung, saya berniat menunggu mereka keluar dari backstage. Setelah menunggu lama akhirnya Andrew Stockdale keluar untuk menyapa para fans. Otomatis para fans yang menunggu langsung histeris. Dan security pun membuat barikade. Saya berteriak kepada Andrew “Hey man! I’m wearing your t shirt!!!” Dan Andrew melihat ke arah saya hendak memberikan tanda tangan namun fans fans yang lain begitu ganas hingga saya tidak bisa meraihnya. Okelah pikir saya, mungkin harus sabar.

Kemudian saya memutar ke arah yang lebih sepi, dan mencolek seorang panitia “Eh gue mau minta tanda tangannya” Kata saya sambil tersenyum. Alih alih membalas dengan respon baik, si panitia brengsek sok aksi malah mendorong saya. Saya heran kok si anjing ini nyolot sekali.. “Santai aja!” Saya bilang ke dia, lalu dia membalas “Gue santai!”

Santai biji peler.

Setelah bertatapan beberapa lama sama si anjing, akhirnya ada satu panitia berseragam menengahi kami “Udah udah gue liat dia dari atas tadi!” Dia bilang sama si anjing. Sepertinya dia melihat histeria saya ketika nonton.Lalu dia menghampiri saya, sepertinya hendak berusaha menolong saya untuk mendapat tanda tangan namun dia juga sepertinya tidak kuasa untuk itu. Saya bilang bahwa saya pengen dapet tanda tangan Andrew, dia cuma bisa bilang “Yaudah tunggu ya gw usahain”

Itulah respon yang baik.

Saya menunggu beberapa detik sampai kemudian hal yang luar biasa terjadi..

Fotografer official dari Wolfmother menghampiri saya.

“Hey I saw you back there man, you seems like havin a real good time there!”

“Oh yeah man! absolutely!” kata saya

Dan kemudian dia menunjukkan LCD kamera nya. Terlihat wajah histeris saya sambil menggigit kerah t shirt Wolfmother.

“This is you right?”

“Hahaha yes its me alright!” kata saya

Lalu terjadilah..

“I can get you the autograph, where you want it? CD or anything?”

Dan saya tak bisa berkata kata. Saya terlalu terkejut dan excited!

“Give me your t shirt man” kata sang fotografer

“Well ok man, thanks a lot!!” Akhirnya saya melepas t shirt saya, dan bertelanjang dada kurang lebih 5 menit.

Momen t shirt ini lebih dramatis dari apa yang saya tulis.

Kemudian sang fotografer keluar dan membawa t shirt tersebut.

“Here man, you’ve got all of them” katanya sambil tersenyum

Dan saya pun berterimakasih sangat. BERTERIMAKASIH SANGAT.

Setelah ngobrol ngobrol sedikit, akhirnya saya iseng tanya. Kira kira akan dimana dia menaruh foto histeris saya itu? hehehehe, lalu dia menjawab..

“Probably on web or Andrew’s Twitter” Dengan aksen Australia yang kental.

Entah apakah ini benar atau tidak, tapi pak fotografer (yang saya tidak tau namanya) anda membuat saya senang bukan kepalang.

Benar benar band dan tim produksi yang berhati baik. Tidak sombong dan sangat ramah.

Kemudian saya berteriak diantara kerumunan fans yang ada. Saya pamer bahwa saya dapet tanda tangan satu band, bisa saya lihat tatapan kagum dan iri yang bersahabat dari mereka. Saya bangga.

Setelah itu saya melirik ke security yang sempat mengusir saya keluar dari backstage di awal sebelum Wolfmother manggung.

“Nih pak gue dapet nih empat biji! mantep kan!?” Ledek saya dengan senyum tengil

Si pak security berbadan bison pun akhirnya tertawa dan memberikan respon yang baik juga.

Kemudian saya berjalan jalan sambil memakai t shirt yang bertanda tangan. Bisa saya lihat dan rasakan tatapan kaget beberapa orang melihat t shirt saya. Dan tentu saja orang yang paling kaget dan memberikan respon berupa kontak fisik ringan adalah Charita Utamy. Dia begitu iri dan saya begitu senang membuat dia iri. HAHAHAHA jadi kami memakai t shirt yang sama, cuman bedanya punya saya sekarang ada tanda tangannya. MWUOORGHHHH!!!!

Yah itulah kisah tentang bagaimana saya bisa dapet tanda tangan seluruh personel Wolfmother di t shirt saya. 😀

Ini dia t shirt nya..

WOHOOOOOOOOO!!!!!!!!

Oiya, dan satu lagi!

Satu hari sebelumnya, temen saya Hasief Ardiasyah dari Rolling Stone Indonesia memberikan ini untuk saya, dan percayalah. Saya ‘nyaris’ menangis malam itu.. Terimakasih Hasief, ROCK!!!

MWUOOORRRGGGHHHHHH!!!

Advertisements

17 thoughts on “WOLFMOTHER

  1. mimiooo

    you are the most lucky man in this world,iga!
    keren banget!beruntung bisa ketemu si fotografer baik itu 😀
    SELAMAAATT!!
    *prokprokprok*

    Reply
  2. lukman

    aksi yang sama kayak gue lagi ngeliat ttatw bawain derau dan kesalahan nih -> “teriak histeris kayak org kesurupan” hueuheuheuheuheuh, btw selamatt!!

    Reply
    1. igamassardi Post author

      Luar biasa bukan saat itu? saat saat penuh keajaiban untuk para penggemar Wolfmother seperti kita. Semoga mendapat HP baru yg lebih rock bung! semangat!

      Reply
  3. Fitrah Syafitri

    Wah saya iri setengah matiiiiiiiiii! saran aja nih ya: itu kaosnya dibingkai aja, jgn dicuci, buat kenang2an, karena mungkin sulit unt terulang. karena saya jg pernah ngerasain hal yg sama, moment2 seperti itu bisa dibilang surga dunia. well, tetap berkarya dg semangat idola anda, kak Iga!

    Reply
  4. anonymous

    (baru baca) wuaa, keren mas Iga salut, ekspresi, perasaan, moment, detailnya mirip jadi teringat sama pengalaman di JRL tahun lalu, cuman bedanya kesempatan mas Iga untuk sepanggung dengan idolanya lebih lebar 🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s