Berkaca.

Ketika kita pun menjadi semakin pemarah, apa ada guna mengutuk yg bersimbah darah?

Bertikai dengan lihai selayaknya nyawa kini berharga murah. Dosa tidak lahir tanpa rasa bersalah

Kamu dan saya tentu saja rindu akhir hari berhias senyum

Harapan akan terus ada. Ia bersanding dengan cemas dan terbentur dengan kenyataan.

Ada dan akan selalu ada perlawanan. Dari saya, kamu, mereka. Sebuah kekuatan berdasar rasa penasaran akan perdamaian.

Apakah rasa tenang itu bersarang begitu dalam hingga kita lupa?

Semua memilih selesai dengan belati ketika kita bisa berbelas kasih.

Setelah semua ini, sadarkah bahwa sebetulnya kita hanya perlu meminta maaf?

Terimakasih untuk semua ini,semua pembelajaran mahal yang dibayar dengan mayat.

Ketika anda memutuskan untuk menghunus, tak terbesitkah bayang ibu, istri, dan anaknya?

Atas kemenangan siapapun malam ini, silahkan bersorak. Sorak kemenangan yang senantiasa kalah oleh jerit dan raungan keluarga mereka.

Malam yang timpang.. Ada yang menangis menang dan ada yang hanya menangis.

Advertisements

2 thoughts on “Berkaca.

  1. saras

    hanya ada satu ketakutan gw dan terutama untuk anak” gw nanti..what if eventually people just stopped caring for each other? 😦

    “Harapan akan terus ada. Ia bersanding dengan cemas dan terbentur dengan kenyataan.”

    ini indah sekali mas Iga, matur suwun juga : )

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s