JARAK

Barusan pergi ke pesta perkawinan teman. Sangat merasa bahwa saya adalah orang yang berbeda.

Sudah lama tidak bertemu, dan saya merasa memang ini bukan lagi tempatnya. Tetap ada canda dan kesenangan, tetap ada kehangatan itu. Namun kini itu memiliki tembok tak terlihat. Yang memaksa saya mundur dan melihat dari agak jauh.

Bukan saya bagus atau mereka jelek. Hanya saja kami sudah berbeda. Ini bukan soal benar atau salah, ini adalah bagaimana untuk merasa lalu memahami.

Setelah acara ini, kemudian saya langsung menuju ke sebuah bar di tengah kota untuk menemui ‘kawanan’ saya. Dan apa yang menjadi harapan saya adalah benar. Kehangatan itu menyapa dengan leluasa. Bersapa dengan orang orang yang mengilhami saya dan yang memang mengerti tentang apa yang menjadi ketertarikan saya dan dia. Merasa bahwa ini adalah titik yang nyaman. Saya ada dirumah.

Mungkin banyak dari kita merasa bahwa sudah saatnya menemukan ‘kawanan’ kita sendiri. Ini bukan berarti membangun jurang pemisah, ini adalah demi kebaikan kehidupan kita kualitas moral yang ada. Adalah membuang buang waktu untuk terus menyesuaikan diri dengan sesuatu yang tidak kita sukai.

Terimakasih untuk kalian yang membuat saya berada dalam zona ‘perbedaan’. Ini mengajarkan saya tentang membuat pilihan yang baik.

Terimakasih untuk kalian yang menciptakan kehangatan yang selalu saya rasakan. Kalian mengajarkan saya untuk bagaimana mempertahankan ini semua.

Advertisements

2 thoughts on “JARAK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s