Monthly Archives: September 2010

Berkaca.

Ketika kita pun menjadi semakin pemarah, apa ada guna mengutuk yg bersimbah darah?

Bertikai dengan lihai selayaknya nyawa kini berharga murah. Dosa tidak lahir tanpa rasa bersalah

Kamu dan saya tentu saja rindu akhir hari berhias senyum

Harapan akan terus ada. Ia bersanding dengan cemas dan terbentur dengan kenyataan.

Ada dan akan selalu ada perlawanan. Dari saya, kamu, mereka. Sebuah kekuatan berdasar rasa penasaran akan perdamaian.

Apakah rasa tenang itu bersarang begitu dalam hingga kita lupa?

Semua memilih selesai dengan belati ketika kita bisa berbelas kasih.

Setelah semua ini, sadarkah bahwa sebetulnya kita hanya perlu meminta maaf?

Terimakasih untuk semua ini,semua pembelajaran mahal yang dibayar dengan mayat.

Ketika anda memutuskan untuk menghunus, tak terbesitkah bayang ibu, istri, dan anaknya?

Atas kemenangan siapapun malam ini, silahkan bersorak. Sorak kemenangan yang senantiasa kalah oleh jerit dan raungan keluarga mereka.

Malam yang timpang.. Ada yang menangis menang dan ada yang hanya menangis.

Advertisements

MERK ITU PENTING.

Bukan gila merk atau gila gengsi,tapi suatu brand punya image yg memang menyenangkan untuk dilihat dan dinikmati. Sebuah kemewahan pribadi.

Karena kita butuh lebih dari sekedar fungsi.

JARAK

Barusan pergi ke pesta perkawinan teman. Sangat merasa bahwa saya adalah orang yang berbeda.

Sudah lama tidak bertemu, dan saya merasa memang ini bukan lagi tempatnya. Tetap ada canda dan kesenangan, tetap ada kehangatan itu. Namun kini itu memiliki tembok tak terlihat. Yang memaksa saya mundur dan melihat dari agak jauh.

Bukan saya bagus atau mereka jelek. Hanya saja kami sudah berbeda. Ini bukan soal benar atau salah, ini adalah bagaimana untuk merasa lalu memahami.

Setelah acara ini, kemudian saya langsung menuju ke sebuah bar di tengah kota untuk menemui ‘kawanan’ saya. Dan apa yang menjadi harapan saya adalah benar. Kehangatan itu menyapa dengan leluasa. Bersapa dengan orang orang yang mengilhami saya dan yang memang mengerti tentang apa yang menjadi ketertarikan saya dan dia. Merasa bahwa ini adalah titik yang nyaman. Saya ada dirumah.

Mungkin banyak dari kita merasa bahwa sudah saatnya menemukan ‘kawanan’ kita sendiri. Ini bukan berarti membangun jurang pemisah, ini adalah demi kebaikan kehidupan kita kualitas moral yang ada. Adalah membuang buang waktu untuk terus menyesuaikan diri dengan sesuatu yang tidak kita sukai.

Terimakasih untuk kalian yang membuat saya berada dalam zona ‘perbedaan’. Ini mengajarkan saya tentang membuat pilihan yang baik.

Terimakasih untuk kalian yang menciptakan kehangatan yang selalu saya rasakan. Kalian mengajarkan saya untuk bagaimana mempertahankan ini semua.

BANGSAT

Kesel sekali saya malam ini. Karena WOLFMOTHER batal tampil di Java Rocking Land nanti. Wolfmother adalah salah satu band favorit saya yang saya impikan untuk bisa melihatnya live di depan mata saya. Namun impian itu harus saya kubur dalam dalam karena mereka tidak jadi datang ke Indonesia. Alasannya simple, karena Andrew Stockdale sang vokalis tidak suka dengan sponsor rokok. Ia tidak mau mengantongi uang dari hasil penjualan rokok. Apapun alasanmu Andrew, saya kecewa sekali.

Saya kecewa hingga berbuntut kesal yang teramat sangat. Ya, saya marah. Karena ini sudah menjadi harapan besar buat saya untuk dapat menonton WOLFMOTHER. Saya rela berpanjang lebar menjelaskan tentang perangkat musik mereka. Dari instrumen amplifier mereka saya tahu semua merk nya. Karena saya begitu mencintai sound yang mereka buat. Dan lagu yang mereka nyanyikan.

Terpukul.

Entahlah… Java Rocking Land nampaknya hambar. Semoga saja ini tidak berangsur lama dan mempengaruhi mood saya ketika bermain di panggung nanti.

Dan satu hal lagi, tolong jangan ajak saya bercanda tentang perihal Wolfmother ini.

Eeeng iiingg eeeenggg…!!

Beberapa hari lalu saya bikin Youtube channel. Hehehe buat iseng upload video yang berhubungan dengan kehidupan saya. Tapi saya janji nggak akan bikin video bodoh kaya…. Yah anda pasti tau lah.

Ini beberapa video yang saya post..

Semuanya berhubungan dengan gitar dan efek gitar. Nanti akan ada video video lain dengan tema berbeda.

Seperti “Bagaimana cara cebok yang baik”

FOLBEK

Sering kali saya ketika sedang ber Twitter ria menerima pesan/mention dari teman teman saya. Biasanya ini datang dari teman yang baru saja mem follow saya. Mereka rata rata punya pesan yang sama, yaitu…

“Follow back gue dong..”

Dan saya juga selalu punya balasan yang sama, yaitu..

“………….”

Alias nggak saya gubris.

Kenapa?

Jadi gini.. Apa alasannya untuk saya supaya mem follow back orang tersebut?

Apakah :

  1. Orang tersebut punya kehidupan yang berisikan update menarik
  2. Orang tersebut idola saya
  3. Saya pribadi emang ingin kenal lebih dekat sama orang itu

Kalo tidak ada salah satu dari 3 pilihan diatas yang memenuhi syarat saya untuk mem ‘follow’ orang tersebut, maka saya nggak akan.¬†Ini bukan perkara sombong atau apa, tapi seringkali terjadi salah kaprah akan hal ini. Mem follow orang di Twitter itu nggak sama dengan menjadi teman di Facebook atau MySpace atau apalah.. Mem follow orang disini berarti bisa dipastikan kita akan menerima update update kehidupan pribadi dari orang tersebut. Terus kalo saya nggak akrab banget sama orang itu lalu tiba tiba ada update di timeline saya berisikan tentang dia lagi berantem sama supir angkot misalnya, kan males juga..

Beda hal nya kalo saya follow orang yang memang saya kenal dekat, misalkan dia berantem sama supir angkot bisa saya bantuin. Entah bantuinnya ngapain itu urusan nanti,tapi yang pasti kan nyambung tuh secara emosional. Atau saya mengidolakan seseorang misalnya, kaya kemaren saya mem follow vokalisnya Wolfmother. Tentu saya senang melihat update update nya dia yang berisikan tentang kehidupan pribadinya. Sama hal nya kaya kalo anda nonton infotainment aja gitu, cuma bedanya ini yang saya tungguin si Andrew Stockdale, bukan Nia Daniati.

Semoga bisa ditangkep pesannya. Oiya dan satu lagi untuk orang orang yang mem follow saya lalu mengeluh tentang tweet saya yang terkadang kurang manusiawi topiknya. Tinggal di unfollow saja kalo emang nggak sreg, karena saya nggak akan merubah cara saya atas permintaan anda. Kalo emang nggak suka lebih baik anda yang pergi.

Intinya Twitter bukanlah ruang publik seperti forum forum internet. Twitter  adalah kamar pribadi untuk tiap tiap orang memberitakan tentang hal hal pribadi di ruangnya sendiri. Jadi silahkan tulis update sesuka kalian karena ini adalah kebebasan! Tentu saja kebebasan yang bertanggung jawab tanpa menyakiti orang lain.

Gitu kawan kawan, sekian wacana saya tentang Twitter.

Homme, Grohl, Jones.

Tidak pernah saya mendengar sebuah band yang lebih kasar dari ini. Berantakan mungkin sering. Tapi ini kasar seperti memarut dalam skala raksasa. Ini tidak melantun tapi mendentum. Ini tidak memotong tapi menghajar sekuat tenaga hingga remuk berkeping. Dalam tiap tiap patahan irama yang mereka hasilkan dan perubahan tempo mendadak yang membuat saya rela menyembah, satu orang penyanyi melaporkan lirik yang Ia tulis dengan sangat parau.

Penulisan lagu yang solid namun jauh dari kesan kaku. Sangat terorganisir. Seperti berada dalam tirani paling brengsek dengan seorang pemimpin culas.

Sound yang dihasilkan adalah bukan sesuatu yang bisa kita kenal ‘menendang’ atau ‘memuaskan’. Ini bukan untuk kalian para puritan audio. Mereka berusaha menciptakan suara meruang yang meraung. Yang membuat hal ini terdengar sangat keras dan intense adalah karena musik itu sendiri. Sesuatu yang bersembunyi di dalam tiap irama. Sesuatu yg siap untuk menelan anda hidup hidup.

Urutan lagu lagu ringan berdaya ledak besar. Melabrak tanpa basa basi.

Tanpa jeda antar generasi yang berarti,tanpa kepura puraan titel legenda hidup murahan. Semua terdengar sebagai kesatuan yang menyublim bersama.

Ibarat memetik buah terlarang lalu memakannya. Ini adalah album yang dihasilkan para pendosa yang paling keren.

Mereka adalah alasan mengapa Tuhan mengizinkan kita menciptakan kata “BAJINGAN”