Monthly Archives: July 2010

Face, the old pages from the edge of my wishing well.

Ghost under the bed

Ghost control your head

Ghost in our machine

Is the same ghost that you breed

To haunt me, for the finale.

When I looked at you as the ghost of me.

Advertisements

Blue Turtle

Berapa kali dalam sehari saya mendengarkan lagu seseorang? Bisa lebih dari 15 kali putar kalo lagu nya memang sedang betul betul saya sukai. Dan tadi malam saya melakukannya. Dalam mobil saat berkendara pulang saya memutar 1 buah lagu hingga lebih dari 10 kali.

Saya memang sudah suka lagunya sejak lama. Pertama kali saya dengar lagu tersebut adalah versi akustik. Smooth, raw, intense. Dengan suara baritone yang seperti sedang di mabuk entah apa.

Dengan sedikit intuisi, saya bilang dalam hati.. Ini pasti suaranya ‘dia’ nih. Dan ternyata di akhir lagu tersebut penyiarnya bilang siapa penyanyinya. Intuisi saya benar.

Pertama kali saya dengar tentang orang ini adalah ketika SMP ayah saya membelikan saya sebuah kaset. Sebuah album kompilasi bernama Nu Rock. Sebuah kompilasi lagu alternative musisi lokal. Ada satu band yang saya suka dengan lagunya berjudul ‘Padamu’. ¬†Ternyata lagu yang menjadi salah satu lagu favorit saya ketika masa ABG dulu adalah salah satu karya orang ini. Sayang kasetnya udah raib entah kemana. Kalo nanti tiba tiba ketemu saya akan minta tanda tangan orang ini di cover kaset tersebut yang berwarna biru dengan font Nu Rock berwarna orange.

Kembali ke tadi malam..

Udah 2 kali saya menonton live show nya. Dan memang lagu itu yang selalu saya tunggu. Lagu yang sangat nyaman untuk dinyanyikan. Tadi malam juga begitu. Saya karaoke dadakan ketika lagu itu dimainkan. Hingga dia selesai main, saya menghampiri dan mengeluarkan 30 ribu rupiah untuk membeli CD nya. Sempat saya bilang ke dia bahwa ini adalah album lokal pertama yang saya beli,namun ternyata saya lupa. Bahwa yang pertama saya beli adalah album The Comfort of My Own Company milik biduanita bersuara dan berparas cantik bernama Mian Tiara. Saya bukan musisi yang gemar membeli CD, dengan segala hormat ini bukan soal menyepelekan atau apa. Hanya memang bukan menjadi kebiasaan saya untuk membeli CD, tumpukan CD dirumah saya hampir semua adalah pemberian dari personel band nya secara pribadi. Dan ketika saya memutuskan untuk membeli sebuah CD, sudah bisa dipastikan bahwa cakram ini akan berputar terus menerus selama lebih dari beberapa hari. Secara seni, album ini berarti sebuah karya yang sangat baik menurut saya pribadi

Sekarang banyak penyanyi solo yang menempuh jalur nya sendiri. Mereka berkarya bebas dengan ideologi nya masing masing. Dan orang yang saya maksud dalam tulisan ini adalah salah satu yang terbaik eksekusinya.

Cover album nya juga bagus. Foto dia dengan seorang anak kecil.

Musik sederhana namun berbobot, bentuk fisik yang baik secara konsep, lirik ekstrovert namun sangat individual.

Kualitas rekaman cukup baik.

Maka dari itu album ini masuk kedalam salah satu rilisan lokal terbaik versi dunia saya.

Dan track favorit saya berjudul Insecure.

B A I K

Baik bisa jadi buruk ketika semua dipaksa baik.

Baik baik saja tidak selalu berarti baik.

Baik jadi dipertanyakan ketika kita terus bertanya “Sebaik apa?”

Baiklah bukan berarti patuh, mungkin itu terucap dalam dendam.

Baikan bisa berarti akur dan membaik.

Terbaik sering dijadikan panutan. Apakah itu baik?

Membaik adalah pulih, pulih itu berbeda dengan memaafkan.

Berharap baik adalah wajar, apakah baik untuk terus berharap?

“Baik baik ya disana!” Adalah harapan tulus yang berujung misteri.

Kebaikan adalah mutlak.

Terlalu baik sering berujung bencana.

Sebaik baik nya merupakan motivasi yang basi.

Namun yang terpenting..

Baik mu

Baik ku

Baik yang mana?

balik dari Singapore

Mau main disana lagi.. Karena disana enak.  Semua orang serba on time dan sangat menghargai pekerjaan masing masing. Sound engineer baik dan menghargai musisi yang akan tampil.

Yang pasti dari segi manapun, berdasarkan pengalaman saya bermain musik selama ini. Negara saya sangat tertinggal jauh untuk urusan profesionalisme ini. Acara sering ngaret, sound check telat, panitia nggak baca riders, dll..

Saya lagi mengeluh. Biarin aja lah ya..

Namanya juga manusia.