Lalu apa?

Nggak sepaham lalu dihujat? Nggak ikut gerakan lantas divonis? Atas nama nasionalisme semua jadi benar.

Tiap orang bebas berpendapat. Terserah gue mau bersikap apa. Mengecap gue anti nasionalis?

Hak lo.

Apa gue peduli?

Peduli setan. : )

PEDULI SETAN UNTUK KALIAN PARA PURITAN.

Advertisements

15 thoughts on “Lalu apa?

  1. lukman

    Btw pernah nih gue kejadian kayak gini, menyuarakan pendapat karena gue emang ga setuju sama ideologi pancasila, terus orang bilang “yaudah pergi sana jauh2 dari Indonesia”.

    Padahal menurut gue isi dari pancasila juga ga sebegitu hebatnya, dan belom tentu orang yang “ngusir” gue tadi itu paham betul ama yang namanya pancasila, atas dasar nasionalisme…. padahal seberapa nasionalis ya mereka, hahaha ironis.

    Katanya Indonesia adalah negara yang demokratis, tapi masih ada juga yang pengekangan dalam berpendapat, bukannya pendapat itu ga selalu benar dan ga selalu salah (maap curhat disini hehehe)

    Reply
    1. Fitrah Syafitri

      Wahahahaha saya setuju nih sama note sekaligus comment yg diatas! Orang2 Indonesia emg terkadang bs dibilang aneh, suka gamenghargai pendapat trs suka ngerespon pendapat dengan cara seenak jidadnya dia aja. Cuma dg ngaku2 lahiran nasionalis / demokratis, mrk terkadang memandang pendapat org dg ‘sebelah jiwa’ & meresponnya dg ‘sesuka raganya’

      Hmmmm mungkin intinya sih ngapain itu org ikutan dlm suatu permasalahan kalo gamau mendengar sekaligus menghargai pendapat kita? toh pendapat tercipta unt disimak, baik pendapat itu sehati / enggak sama hati kita yg ptg kita hargain, karena kita / pun org itu bukan makhluk yg sempurna & selalu 100% benar kan.

      Reply
      1. lukman

        Hahaha iya, mereka sempit sih mikirnya, cuman dari sudut pandang dirinya sendiri, oke misalkan saya ga se”nasionalis” mereka, tapi saya tetep lawan mereka pake, “katanya lo nasionalis, berati lo paham dong apa isi dari pasal 28? bukannya itu kebebasan untuk berpendapat? katanya lo nasionalis, katanya lo cinta negara ini, tapi kok masih ada pembatasan berpendapat? toh pendapat gue ini, ga ganggu hidup lo kan”

        Btw akirnya gue tau kenapa post blog yang ini diluncurkan, tetep semangat, ga!! memang untuk mengharumkan negara itu ada caranya masing2 (ngutip dari twitter situ :D). Jalan terus!!

    2. Fitrah Syafitri

      Iya iya emang! paling kalo mereka yg menyanggah pendapat kita jg blm tentu bisa jawab pertanyaan kyk td, paling mrk juga kicep, kalo gakicep ya pake cara paling ampuh alias memutar balikan fakta dg bilang “Bukan berarti dengan nasionali brati smua org tmsk gue paham pasal 28 dong?” ah paling juga bisa gitu doang!

      Kalo begitu, semangat untuk Kak Iga, kita semua, dan pokoknya semua orang2 disana yang tetap masih berminat untuk menyalurkan pendapatnya demi kemajuan pribadi ataupun bangsa yang ironis ini hanya karena kalimat ‘nasionalis’ : D

      Reply
  2. Raisya

    Wah, mas Iga kegalauannya sampai ke blog. haha.. singkat aja, di masa sekarang ini mungkin orang Indonesia cm merasa mempunyai nasionalisme secara kan ya semua aspek kehidupan di negeri ini udah kacau balau. Karena itulah pandangan akan nasionalisme jadi semakin sempit setiap harinya.. mungkin..

    Reply
  3. jcristalia

    ahaha bahkan saya nggak yakin mereka mereka itu ngerti apa arti kata nasionalis sebenernya.

    tenang aja kak iga, keep moving on your way.

    nasionalisme memang bisa diwujudkan dengan berbagai cara kok. peduli setan dengan mereka semua yang mengagungkan nasionalisme tanpa peduli apa makna sebenarnya.
    hehe :b

    Reply
  4. igamassardi Post author

    To all..

    Terimakasih udah baca. Ketika kita memiliki pandangan dan visi berbeda seringkali yang ada justru di hujat. Udah merdeka masih dijajah. Penjajahan pikiran. Bahwa kalo nggak ikut arus maka lo adalah jelek, jalang, buruk, dan yang paling parah sekaligus tolol adalah maka di mata mereka lo akan menjadi MUSUH.

    Ketika ikut serta dalam gerakan2 DUNIA MAYA yang mendewakan nasionalisme yang berdasarkan SATU WACANA SAJA maka anda sudah menjadi warga negara Indonesia yang luar biasa baik dan yang tidak ikut dalam gerakan NASIONALISME DUNIA MAYA tersebut adalah anti Indonesia, coba tanya pada diri sendiri tentang arti nasionalisme, atau lebih tepatnya NASIONALISME SIAPA?

    Saya punya cara sendiri untuk menjadi Indonesia, dan jika saya tidak ikut cara anda apakah itu salah?

    Beberapa waktu lalu masih ingatkah tentang unite2 di twitter? Saya juga berpendapat yang berbeda di TWITTER SAYA. Dan reaksi kecaman pun bermunculan dengan aneh nya. Karena emang dasarnya saya orangnya ‘iseng’ ya malah makin saya gas pol semua pendapat saya. Dan mereka makin panas sementara saya justru makin santai mengemukakan pendapat saya. Ini twitter gue kok elo yang sewot??

    Ini sebuah gambaran jelas tentang seperti apa budaya demokrasi di Indonesia. Saya tidak memiliki paham2 yang berbahaya kok, saya nggak niat bikin gerakan garis keras anti2 yang aneh2. Saya cuma seorang pemuda yang punya cara pandang berbeda. Dan saya nggak merasa salah dengan itu. Kenapa? karena memang kita sebagai manusia memiliki hak untuk berpendapat. Dan apakah mereka yang paling suci itu begitu mulia nya sehingga berhak memvonis seseorang? TIDAK DALAM DUNIA SAYA. Gagasan untuk saya pribadi adalah ide yang tidak akan pernah bisa dijajah.

    Selamat berpendapat! 🙂

    Reply
  5. lukman

    tentang unite2 itu, yang saya bingung mereka kayak jualan atas nama nasionalisme, liat aja merchandise2 yang dijual, bukannya nasionalisme itu ga bisa dinilai dengan harga, dengan membeli merchandise mereka lantas kita dinilai nasionalis? engga kan.. tapi ya mungkin itu cara mereka untuk mengartikan nasionalisme menurut mereka. Ngga salah juga sih

    Justru yang saya aneh ketika kita mempunyai pendapat yang berbeda, harusnya mereka menghargai pendapat masing2 orang ,betul kata lo ga, btw gue udh liat tweet si “itu” yang lo maksud, yang gue bingung, dia udah berbuat apa sama negara ini sampe dia bisa melabeli orang dengan “penjilat” untuk orang yang ga setuju sama pendapatnya.

    Sekarang gue rasa penjajah kita bukan hanya dari orang2 luar yang kita pelajarin di pelajaran sejarah, tapi dalam negeri ini sendiri juga terdapat penjajah, seperti kata lo ga, penjajahan intelektualitas. Bahkan orang yang terlibat dalam dunia pendidikan pun melakukannya (dan gue merasakan jadi korbannya, grrr!!!)

    btw pemikiran2 lo, tuangkan jadiin lagu aja ga, suarakan pendapat lo ke masyarakat luas 😀

    Reply
  6. garciano

    “Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke! ” Ir. Soekarno

    “Perjuanganku tidaklah berat, karena aku melawan musuhku. Tapi perjuanganmu akan lebih berat karena melawan bangsamu sendiri.”

    Reply
  7. rega alfi

    eh waktu classmeet semester 2 di sekolah waktu final lomba debat temanya kebebasan berpendapat, tim lawan bilang kalo ya…benar indonesia adl negara demokrasi, tapi pasti ada batasan ny, nah gunanya di buat undang2 ya itu.↲kalo anda tidak setuju dgn undang2 dasar yg menjd dsar undang2 skrang, bgaimna kalo anda blik ke tahun ’50 sblm dekrit presiden.

    Reply
    1. igamassardi Post author

      apa disitu tertulis bahwa saya tidak setuju dengan undang2 negara? kalo menurutmu saya melawan undang2 bisa dijelaskan secara rinci undang2 yang mana?

      Reply
  8. Pingback: Musim-an. « Blah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s