Karyakan!

Yang terpenting itu bukan apa yang kita serap dan pelajari, tapi apa yang kita keluarkan dari dalam diri. Nggak perlu pasang teori tinggi tinggi dan berdebat dengan cermat. Jangan cuma belajar, tapi berkarya. Jangan banyak omong, tapi banyak aksi!

Belajar untuk sesuatu jelas akan memperkaya diri kita. Tapi terlalu banyak belajar akan menghabiskan waktu dan membuat kita miskin akan karya.

Berbuatlah dengan kemampuan yang ada. Tak usah berkaca dengan kemampuan orang lain yang lebih tinggi. Tapi berkacalah dengan penuh kesadaran diri dan berbuat yang terbaik dari situ. Dengan itu kita bebas dari penjajahan persepsi tentang standarisasi kemampuan untuk menjadi yang terbaik.

Belajar dari yang lebih berpengalaman itu harus. Karena itu akan membuka wawasan. Namun jangan menjadi orang tersebut, sebelum kita menjadi korban atas kepicikan otak kita sendiri. Bahwa guru kita adalah orang yang terbaik. Bukan dia. Kita. Kita adalah yang terbaik. Guru hanyalah media dan batu loncatan.

Banyak orang mendewakan apa yang disebut ‘skill’. Tapi saking sibuknya dia memburu kemampuan, pada akhirnya dia tidak berkarya dan hanya jadi sampingan. Ketika seorang seniman tidak melahirkan sebuah karya dan hanya jadi seorang pekerja, maka akan selamanya dia tidak ada.

Membuat karya adalah sebuah monemtum.

Jimi Hendrix tidak akan menjadi Jimi Hendrix jika dia tidak melahirkan “Are You Experienced?”

Dia hanya akan menjadi seorang badut gila yang senang membakar gitar.

Karena sekali lagi. Seni adalah sebuah bentuk. Sebuah bentuk yang nyata. Bukan hanya pemikiran dan persepsi belaka.

Jangan jadi orang yang senang berpikir dan senang membahas. Senang berdebat namun tidak berbuat.

Lahirkan semua yang ada dalam imajinasi paling eksentrik yang pernah kita bayangkan.

Karena seni dan cinta lahir dari sana.

Lahirkan dari kesedihan dan marah yang paling tajam, karena seni dan kepedihan adalah teman.

Lahirkan dari rasa benci yang memilukan, karena anak tercantik dari seni adalah depresi.

Ukirlah semua rasa yang ada dalam kita menjadi sesuatu yang bisa diraba, didengar, dilihat, dihujat, dipuja, dihina, diingat. Tidak ada satupun manusia yang sama untuk mempersepsikan mana yang bagus dan mana yang tidak. Semua adalah berbeda. Tidak ada alasan untuk tidak berkarya dan tidak alasan untuk takut akan dihina. Karena kita semua adalah istimewa.

Advertisements

38 thoughts on “Karyakan!

    1. igamassardi Post author

      biasanya dari kekesalan dan kegelian. intinya dari apa yang menjadi pemikiran saya. agar nggak jadi sia sia, maka pemikiran dipahat menjadi tulisan. : )

      Reply
      1. Fitrah Syafitri

        Oke, teruslah berkarya kak dalam bidang tulisan maupun lisan! jangan berkarya layaknya Lady Gaga yang gila yang dg gampangnya menyianyiakan anugrah Tuhan (mengamputasi kakinya).

  1. Purify

    “Jangan cuma belajar, tapi berkarya”

    Setuju! konsekuensi dari berilmu adalah beramal dgn ilmu tersebut. Namun kadang ilmu itu terlalu mengawang dan jauh dari aplikasi. Meski begitu saya tetap yakin ilmu pasti bermanfaat, jika tidak sekarang mungkin beberapa tahun lagi.

    Reply
  2. irzaayuputri

    Wah saya setuju banget kak. Tidak ada alasan untuk tidak berkarya dan tidak alasan untuk takut akan dihina. Karena kita semua adalah istimewa.
    Namun itulah masalah kebanyakan orang-orang: terlalu takut akan kritik dari orang lain.

    Semoga terus menghasilkan karya yang menginspirasi ya kak (karena saya pribadi sangat terinspirasi). πŸ™‚

    Reply
  3. giethaary

    kata-kata sakti yang sangat menarik, hebat dan ngasih banyak inspirasi positif.. , PRETTY COOL !!!!! b^.^d

    Reply
  4. henny

    Lahirkan dari kesedihan dan marah yang paling tajam, karena seni dan kepedihan adalah teman.

    Lahirkan dari rasa benci yang memilukan, karena anak tercantik dari seni adalah depresi.

    *well, saya sangat terinspirasi sekali dengan bait tulisan di atas. jangan pernah berhenti berkarya mas iga!
    just do it!
    :’)

    Reply
  5. lukman

    gokilll!!! keren abis postingan yang disini, yoi percuma aja belajar gitar 10 jam sehari dan dilakuin berhari2 kalo gapunya karya, kecuali Steve Vai bolehlah, meski saya bosen juga denger lagu2 instrumentalnya -.-

    jadi motivator cocok kali ya mas iga hohoho

    Reply
  6. iif

    Nice post…
    Tapi, bukankah belajar akan lebih bermakna -dan lebih bermanfaat tentunya- jika disertakan dengan karya?
    Karena bagaimanapun juga, karya tidak akan tercipta tanpa ada proses pembelajaran di dalamnya.

    -menurut saya lho-

    Well, setuju dengan pendapat Anda. Inspirasi untuk terus ebrkarrya karena -sekali lagi menurut saya- Tuhan menghadihakan hidup ini untuk kita isi dengan karya.

    Reply
  7. endonezya

    pemikiran nya keren bgt bang iga πŸ™‚

    mana janjinya katanya mau jelasin efek efek yg dipake di ttatw apa aja πŸ™‚

    sangat ditunggu loh hehehe

    Reply
  8. neip

    “Jangan jadi orang yang senang berpikir dan senang membahas. Senang berdebat namun tidak berbuat.”
    saya suka ini. orang di sekitar saya kebanyakan yang beginian nih. bikin eneg.

    Reply
  9. yudha

    nice ga, very inspiring!

    kayanya emg masih byk manusia yg dibutakan oleh standarisasi yg diciptakan sekitar ya – dan ujungnya2 bakal menjadi sebuah ‘a must be final achievement’ tiap diri

    disaat makin banyak individu yg semakin seragam satu sama lain juga.. hedeeeh..

    sekali lagi very inspiring ga, thx for the words

    btw, jadi seorang motivator kayanya side job yg cukup oke bt lo ga.. hihi πŸ˜‰

    – sukses terus –

    Reply
  10. Deva_Mamen

    GREAT!
    jadilah “TULI” kepada diri sendiri, agar kita tidak terpengaruh persepsi dan lontaran2 pendapat pesimistik dari orang2.

    Mari maju bersama Iga Massardi!! \m/ πŸ˜›

    Reply
  11. Higginbotham

    I dig your views. I’ve got your so called “Momentum” but we failed to process…

    Well played, Mr. Ribs…well played.

    Reply
  12. Zia

    Teruslah melahirkan karya-karya terbaikmu dari rahim pemikiranmu yang diisi bulir-bulir pembelajaranmu Mas Iga..!!:)

    Reply
  13. sofi

    Tidak ada alasan untuk tidak berkarya dan tidak alasan untuk takut akan dihina. Karena kita semua adalah istimewa.

    itu bagian yg saya suka..
    bgus bgt postingannya…

    Reply
  14. ramatu

    good job ga!
    tulisan lo bener-bener edan! hagshags!
    btw kalimat “..Namun jangan menjadi orang tersebut, sebelum kita menjadi korban atas kepicikan otak kita sendiri.” maksudnya apa y?????????

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s