Monthly Archives: April 2010

JANGAN JADI JAKARTA

Karena kami tidak punya apa apa. Kami hanya punya perkara.

Karena kami punya harta, kaya dan miskin jiwa.

Kalian lah Jogja dan Surabaya. Jadilah sebagaimana mestinya kalian.

Ini semua limbah informasi dari kami. Distorsi budaya dan gengsi.

Sebar aroma bangkai dan racun lewat udara. Semua berubah demi sebuah apresiasi zaman, demi evolusi trendy.

Jangan rubah Lurik jadi Blackberry.

Tentu saja kita semua tidak buta dan tidak bodoh. Untuk bisa merasakan semua percepatan yang terjadi di sekitar kota. Gambaran kehidupan yang lebih baik via televisi. Setiap hari berdesingan bagai peluru.

Dalam perlintasan antara peradaban dan kebiadaban. Kita saksikan semua ini. Antara kenyataan dan imajinasi. Kenyataan yang jauh dari realita dan imajinasi yang bertolak dengan lentera jiwa.

Antara kita dan kota. Sebuah hubungan yang saya dan kalian harap bisa jadi sinergi. Sinergi apa? Tai babi.

Laju gamang menuju apa yang kita sebut ‘impian’.

Kita berbaris menuju maut.

Semua berlomba untuk menjadi yang terdepan, dengan kaki yang bergelar. Dengan aroma ‘cerdas’  asal luar negeri.

Kini kita bicara asing. Bicara tentang sebuah bangsa. Tentang apa yang kita bisa lihat disana.

Dan berharap kita terapkan di sini.

Tanpa malu dan begitu yakin.

Begitu yakin bahwa kita adalah bagian dari dunia.

Bagian dari dunia yang berbudaya atau korban dari budaya yang mendunia?


"Kami bangsa Indonesia mengaku bertanah air satu. Amerika." - Armada Racun

Advertisements