JAYA

Semalem saya dan band pop kreatif saya (The Trees and The Wild) main di acara SuperBad yang bertempat di Jaya Pub. Saya emang suka sama tempatnya, bar vintage gitu, kalo menurut saya. Jadi begitu masuk berasa banget suasana 80 an. Dan pelayan serta bartender nya juga udah tua tua gitu, jadi nggak ada atraksi gaul seperti lempar2 botol. Tapi si bapak yang jadi bartender itu aura nya lebih ‘bad ass’ daripada bartender muda yang hobinya lempar lempar botol. Salut!

Yang main pertama itu The Modest, kalo menurut pendengaran saya. Mereka musiknya bagus. Minimalis dan danceable gitu. Ada serpihan musik dari The Whitest Boy Alive dan The Clash. Ini sih menurut saya ya.. Dari segi rhythm antara bass, gitar, dan drum terdengar cukup solid. Tapi somehow saya merasa agak kurang pas sama vokalnya. Tapi ini menurut saya aja. Hehehe.

Lalu yang kedua main itu Bangku Taman. Ini juga seru, terasa sekali aura British nya. Sayang gitarnya nggak terlalu kedengeran, tapi overall lagu lagu mereka sangat singalong. Dan lagu terakhir saya ikut bersorak dan bertepuk tangan. Menyenangkan!! 🙂

Dan tibalah saya dan teman teman naik ke atas panggung. Setelah cek kilat instrumen, kami mulai menyapa penonton dan mengucap terimakasih kepada Indra Ameng dan Keke. Penonton yang hadir malem itu juga seru sekali. Rame dan penuh sorak sorai.

Kami memulai lagu pertama yaitu Berlin, disusul dengan Malino dan Our Roots. Semua berjalan baik walau ada kesalahan kesalahan kecil kaya chord gitar yang keselimpet dan sound yang naik turun, tapi sepertinya saya dan kawan kawan nggak perduli. Karena memang atmosfer Jaya Pub saat sudah sangat menyenangkan.
Lalu kami menyambung Our Roots dengan Irish Girl, selalu seru ketika memainkan Irish Girl. Karena memang lagunya rame dan bisa teriak teriak.Hehe. Irish Girl selesai kami lanjut ke Derau dan Kesalahan. Sebuah lagu yang ritme nya berubah ubah. Dan sempet di satu bagian gitar saya entah kenapa mati selama 2 detik. Innu sang additional drummer mengalami blank sejenak bersama saya diatas panggung. Sempet terjadi miss di ending part tersebut dimana memang hanya saya dan Innu yang bermain. Namun akhirnya kami berdua tertawa dan lanjut ke part berikutnya. Sebuah part akhir yang penuh dengan ledakan energi. Energi positif yang coba kami salurkan ke semua orang yang menyaksikan The Trees and The Wild saat itu. Semoga ini berhasil. 🙂

Akhirnya set list pun selesai. Penonton meminta encore. Lalu kami memainkan The Noble Savage. Versi yang kurang bagus karena beberapa kali chord nya keselimpet. HE HE HE. Tapi akhirnya lagu bisa selesai dengan baik. Dan kami semua senang malam itu.

Acara selesai dan kami ngobrol sebentar bersama teman teman yang hadir disana malam itu. Berpamitan ke Ameng dan Keke, beres beres alat, masuk ke mobil. Dan saya tertidur dalam perjalanan pulang.

Terimakasih untuk semua yang dateng ke Jaya Pub tadi malem.. 🙂

Advertisements

9 thoughts on “JAYA

  1. deva

    review jurnal panggung sebuah band yang ditulis oleh personilnya sendiri!!!
    cikiciiw…
    hidup Jaya Pup.. eh Pub!! ;p
    ajibnya jumat-sabtu-minggu ini TTaTW kebanjiran job!!!
    sukses yah!!

    Reply
  2. Dimas

    Jaya Pub memang atmosfernya sangat “friendly”. French Fries yang sebenarnya biasa entah jadi terasa unik. Semua band yang main di sana entah knapa selalu mengumbar senyum (gila?).

    Tempat nongkrong bokap gue pas taun 80-90an nih ternyata… hahaha

    Reply
    1. igamassardi Post author

      Benar! bar bar sekarang yang ada kebanyakan berlomba untuk menjadi yang paling up to date. Namun ketika masuk nggak ada “soul” nya. Dingin. Tapi Jaya Pub sepertinya masih mempertahankan ornamen dan identitas nya sebagai bar klasik. Cukup 5 menit berada disana dan anda segera tahu apa yang saya maksud. Long live Jaya Pub!!! 😀

      Reply
      1. Dimas

        Betul. Dingin. dan kebanyakan menyajikan lagu jedag jedug. hahaha

        Jadi inget dulu pas pertama kali nonton superbad di sana, sang DJ (lupa siapa) memutar lagu2 jaman warkop. benar2 merinding.

  3. ando

    wah.. wah..
    lumayan buat referensi tempat “hangout” nih, ga.. haha..

    ngomong ngomong tentang The Modest, menurut gw mereka cukup bagus, dari segi musikalitas mereka asik, kalo masalah vokal mungkin memang pembawaannya rada nyeleneh dan ga “bulat” kaya Remedy.. hehe
    tapi so far The Modest menurut gw asik..

    sukses TTATW..

    Reply
    1. igamassardi Post author

      Waduh kok tiba2 Remedy? gue nggak ngebandingin vokalisnya The Modest sama Remedy. Cuma memang pendapat gue pribadi aja kalo vokalnya kurang pas sama musiknya. Dan kalo menurut lo itu asik yo wiss ndak papa. Memang selera kan beda beda. Thanks Ndo! 😀

      Reply
  4. kitakitaqq

    Gw suka dengerin Our Roots pas di acara SuperBad vol. 17.
    huowwww…. teriakan ala suporter bola (LOL)
    Like This!!
    Jadi semangat pas dengerin lagu ini

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s