Dipaksa, Diajak, Dikantor, Ditabrak.

Dari jaman dulu kita sebagai orang Indonesia nggak pernah suka dan setuju sama yang namanya penjajahan. Dulu kan penjajahannya berupa fisik dan mental. Sekarang kita memang sudah merdeka, namun penjajahan bukan lantas hilang begitu saja. Ia berubah ke bentuk lain. Tentu sering kita mengalami penjajahan hak asasi, ide, pendapat, dan kebebasan. Sebuah keadaan yang sama sekali tidak menyenangkan!

Saya mau kasih contoh yang saya alami sendiri.

  1. Banyak temen saya yang sebenernya lebih memilih untuk kuliah musik, namun mereka justru memilih beralih ke jurusan lain. Yang terkadang jauh dari bidang yang ingin mereka tekuni. Si A ingin sekali kuliah musik di Jepang, namun berakhir di Binus jurusan Bisnis & Manajemen.
  2. Pergi ke kawinan sodara jauh yang kurang kita kenal dengan paksaan orang tua. Kalo lagi mood pengen makan enak gratis sih masih mending, tapi ada kalanya kita juga punya kesibukan lain yang lebih penting daripada dateng ke kawinan sodara. Seperti : nonton DVD seharian di kamar sambil makan/ngemil tanpa mandi. Penting dong?
  3. Di kantor, ketika rapat, punya ide, ide dikeluarkan, lalu dipatahkan, atau dipaksa menuruti ide lain secara sepihak. It happens all the time..
  4. Saya pernah nabrak motor, lebih tepatnya si motor yang menabrakkan diri ke mobil saya. Saya sebagai orang yang merasa -entah kenapa- ingin bertanggung jawab, lantas nyamperin si pengendara motor yang tergeletak dengan pose agak mirip ballerina. Eh maksud hati baik ingin menolong malah fakta di putar balik menjadi saya yang nabrak. Lalu dengan seenaknya dia mengeluarkan kalimat sakti pengendara motor “Kalo roda dua sama roda empat nabrak, roda empat yang selalu salah”. Sebenernya saat itu saya pengen getok ni orang pake kunci stir. Tapi nggak jadi soalnya dipisahin. Sebenernya ceritanya agak lebih panjang dan bersimbah darah (Wooelaah..). Nggak kok, saya kan orangnya cinta damai. Piss, love, and gaul. Inti kejadian ini adalah penjajahan terhadap fakta dan hak orang untuk mengungkapkan sesuatu yang benar.

Nah itu adalah segelintir kejadian yang saya alami sehari hari, bahwa sebetulnya kita masih sering di zalimi mengenai kebebasan pribadi. Entah karena pihak yang memaksa terlampau kuat atau memang dari kita sendiri yang terlalu lemah?

***

Kita kan emang harus memilih, karena ini semua kan kita sendiri yang jalanin. Jelas yang namanya saran dan kritik itu perlu. Cuma kalo sampe bentuknya jadi pemaksaan kan nggak seru.

Kadang orang orang yang memaksakan saran dan kritik nya terhadap kita itu berdasarkan pengalaman atas kegagalan yang mereka alami atau bahkan yang belum mereka alami namun mereka khawatir itu akan terjadi, dan mereka tidak mau itu terjadi pada kita, namun ironisnya justru ini menjadi yang kita takutkan.

Ini hidup kita sendiri. Mau seneng atau susah kita yang alamin. Nggak apa apa kok kalo tiba tiba suatu hari kita bokek nggak punya duit, berdebat sama temen, atau kalo suatu hari kita dimarahin bos dan di caci maki depan orang orang kantor. Bukan maksud saya sok tabah, tapi ini kan mau nggak mau pasti kejadian. Jelas sebuah momen yang nggak enak untuk dihadapin, dan –yang paling pentingbukan momen yang enak untuk diulangin.

Yeh, shit happens. But we won’t steppin on the same shit twice. Rite?

Advertisements

4 thoughts on “Dipaksa, Diajak, Dikantor, Ditabrak.

  1. silva

    bukti bahwa keegoisan dan kekeraskepalaan dibutuhkan sbg pengambilan sikap dlm beberapa hal.

    manusia merupakan makhluk sosial yg pasti membutuhkan org lain sbg pelengkap, entah pelengkap penderitaan atau pelengkap kebahagiaan. org lain mungkin memiliki andil dalam keberhasilan tersebut, tapi penentu dari semua gagasan, sikap, dan tindakan, semua bertumpu pada diri sendiri.

    Reply
  2. yuni

    waaaaa…. sepertinya aku mulai ngefans sama iga πŸ˜€
    kayaknya perlu mulai dengerin lagu2nya TTATW deh aku ^_^
    salam kenaaaal…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s