Sepulang Kemang dan Panggangan

Menyetir pulang ke arah Bekasi dengan sedikit kantuk dan sedikit lelah, namun perut terisi kenyang. Tadi makan malam kami adalah BBQ. Sangat menggugah selera. Apalagi ketika makan beramai ramai, bertukar lelucon dan ketawa ketiwi. Menyenangkan :D. Tadi ada sedikit cerita tentang pengalaman beribadah ke tanah suci Mekkah. Beragam kisahnya, dari yang lucu sampe yang sedikit seram (ya diketawain satu geng orang Arab gara gara punya rambut gondrong sendiri emang nyeremin).

Satu hal menarik adalah bahwa memang makanan yang enak itu bisa membuat suasana jadi berbalik. Semua keluh dan permasalahan sepertinya bisa terobati, paling tidak untuk saat itu..

Kalau saja semua orang bisa menikmati betapa menyenangkannya memasak dan makan bersama, tentunya suasana akan terasa lebih hangat dan damai. Nggak perlu ada polisi dan tentara. Yang ada cuma koki dan penjara.

Karena maling daging itu lebih menyebalkan dari jambret.

Alat Pemersatu Bangsa

Advertisements

One thought on “Sepulang Kemang dan Panggangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s