Eagles of Death Metal – Nos Amis

Nonton Eagles of Death Metal – Nos Amis. Dokumenter tentang penembakan di konser mereka di Bataclan, Paris tahun 2015 dimana 89 orang meninggal akibat serbuan teroris.
 
Cerita tentang perjuangan mental Jesse Hughes sang frontman melawan trauma pasca kejadian tersebut dan keputusan mereka berani kembali ke Paris dalam waktu 3 minggu setelahnya untuk bermain di konser U2 lalu melanjutkan menggelar konser tunggal di Paris setelahnya.
 
Jesse cerita gimana melihat penggemarnya ditembak di kepala tepat di depan matanya. Dan deskripsi pandangan mata personel band yang lain yang tak kalah mengerikan. Ini adalah pembantaian massal di gedung konser.
 
Gw gak akan bisa membayangkan betapa menyeramkannya kejadian itu. Dan apa yang sebenarnya berkecamuk di kepala mereka masing-masing setelah Bataclan. Namun Eagles of Death metal kembali dengan berani. Pembuktian yang luar biasa. Sangat luar biasa.
 
Film ini juga menceritakan tentang hangatnya persahabatan antara Jesse Hughes dan Josh Homme, sang co-creator Eagles of Death Metal yang juga teman kecil Jesse. Besarnya arti persahabatan mereka di kala terpuruk, kemudian kembali berdiri bersama.
 
Para penggemar yang selamat dari tragedi ini juga turut menuturkan kronologi di Bataclan dari sudut pandang yang beragam. Bagaimana itu mempengaruhi hidup mereka pasca trauma dan betapa besar cinta mereka terhadap Eagles of Death Metal dan begitu berartinya dukungan mereka untuk Jesse dkk yang juga sangat mencintai penggemarnya.
 
Dokumenter sarat pesan kemanusiaan ini sangat berarti untuk ditonton semua orang. Sosok-sosok yang bercerita di dalamnya tidak diposisikan sebagai musisi, rockstar atau selebriti. Tapi sebagai manusia yang ketakutan, trauma, kemudian bangkit melanjutkan hidupnya.
Advertisements

Kiara

Kiara : ayah ini baju gambar apa?

Sambil nunjuk t shirt gambar Sia

Gw : ini gambar penyanyi

Kiara : penyanyi apa?

Gw : penyanyi pop

Diam sejenak. Lalu sambil menyeringai..

Kiara : penyanyi e’ek!

Gw : hoooy! penyanyi pop! bukan penyanyi pup!

Raket Nyamuk

Berhubung baru beli raket nyamuk, semalem jadi semangat banget berburu nyamuk.

Pletak! Pletek! bunyi nyamuk mati kena setrum. Puas banget dengernya.

Sampai kemudian saya mendengar bunyi yang serupa di rumah depan. Saya melihat ada seorang bapak2 dengan kaos singlet melakukan hal yang sama.

Seketika itu saya berhenti dan berusaha menerima kenyataan.

I am father father.

Menuju California

Dulu bertaun2 lalu saya mungkin salah satu orang yang cuma bisa melongo, heboh sendiri, menghayal ada disana dan menyimpan mimpi untuk bisa dateng ke NAMM Show di California.

“Ah, Amerika jek. Tiket mahal, visa susah” batin saya tiap ngeliat post soap NAMM Show tiap tahun.

Saya simpan harapan itu dalam2 sambil terus berdoa di sudut hati yang paling dalam, suatu hari mungkin saya akan kesana.

***

Saya seorang gear addict. Nggak ada hari yang saya lewati tanpa melihat info terbaru soal gitar, effects pedals dan segala hal yang berhubungan soal itu. Lewat kecintaan itu akhirnya saya membuat blog, kemudian website dan terakhir Youtube channel soal gear dan review alat musik dengan dibantu oleh Davian dan Adam.

Waktu demi waktu berlalu, Alhamdulillah Youtube channel saya yang namanya Rig Rig Rig mendapat respons positif baik dari negeri sendiri maupun negeri seberang. Dengan motivasi positif saya jalanin aja ini semua tanpa beban dan ekspektasi yang tinggi2. Selama bermanfaat, terusin aja. Sederhana.

Lalu tiba2.

Saya ingat hari itu tanggal 11 Maret 2016, saya  lagi nyetir di Antasari. Saat itu siang hari saya dapet kabar via Whatsapp yang bertuliskan

“Mas, kalo taun depan ikut ke NAMM mau nggak?”

Saya shocked, melipir dan tarik nafas. Berangkat nih?

Saya telfon istri saya dan minta restu lalu ngabarin ke Barasuara. Gila sih, ke NAMM. Kesampean.

Hidup nggak pernah bisa ditebak. Yang namanya berkah, rejeki itu bisa dateng dari segala penjuru lewat sosok yang nggak kita sangka. Kali ini sosok itu bernama Henry Wijaya, founder dan CEO dari GFI System. Sebuah produk alat musik dari Indonesia. I can’t thank you enough mas Henry. God bless you.

Besok subuh kami semua berangkat ke Anaheim, California untuk hadir sebagai exhibitor di NAMM di bawah bendera GFI System. Di sana kami akan membuka booth untuk mendemonstrasikan effects pedals GFI System. Kami nggak tau apa yang akan terjadi di sana, so let’s rock n roll.

Dalam trip ini kami juga didukung oleh teman2 yang luar biasa dari BOXX Case, Radix Guitars dan FM Pedals. Tenkyu banget untuk semua kebaikan kalian.

Oiya, kami juga nggak sendiri. Dari Jakarta ada teman2 yang berangkat ke NAMM juga. Ada Rama Nidji, Mas Gooswyn, Mas Djuned dan Pak Arifin. Di sana kami akan disambut dengan bunga2 dan tarian dari selir2 Mas EkoFunke hahaha.

It’ll be an awesome trip! 😀

Tapi. Akan kangen istri dan anak banget sih, huft. Untungnya keluarga mendukung dan ikut sibuk ngebantuin saya packing. Mereka juga merestui trip saya, jadi Insya Allah bermanfaat.

See u soon California!

Video tentang persiapan saya